Thursday, May 21, 2009

Kuntilanak

















Saya mendengar dari teman, katanya ada makhluk halus yang bisa di tertangkap kamera di daerah Bondowoso. Karena penasaran, saya akhirnya pinjam VCD tersebut dan saya tonton malam kemarin. Setelah saya lihat, terutama bagian yang ada makhluk halusnya itu, saya kok rasanya tidak percaya kalau ini adalah film tanpa rekayasa. Maaf yah bagi yang membuat, tapi serius, saya benar-benar tidak percaya. Berikut beberapa gambar yang saya capture dari film tersebut, silakan Anda nilai sendiri apakah pendapat saya salah atau benar.

Pontianak..........






Gemistri
- Sosok kuntilanak diceritrakan dalam bentuk wanita cantik yang punggungnya berlubang digambarkan dalam masyarakat melayu. Dilain sisi, Kuntilanak digambarkan senang meneror penduduk kampung untuk menuntut balas. Kuntilanak sewaktu muncul selalu diiringi harum bunga bungaan kamboja. Konon, laki-laki yang tidak berhati-hati bisa dibunuh sesudah kuntilanak berubah wujud menjadi penghisap darah. Selain itu, Kuntilanak juga senang menyantap bayi dan melukai wanita hamil.
Dalam cerita seram/ cerita horror dan film horor di televisi Malaysia, kuntilanak digambarkan membunuh mangsa dengan cara menghisap darah di bagian leher, layaknya dracula atau vampir.

Agak berbeda dengan gambaran menurut tradisi Melayu, kuntilanak menurut tradisi Sunda tidak memiliki lubang di punggung dan hanya mengganggu dengan penampakan saja. Jenis yang memiliki lubang di punggung sebagaimana deskripsi di atas disebut sundel bolong. Kuntilanak konon juga menyukai pohon tertentu sebagai tempat "bersemayam", misalnya waru yang tumbuh condong ke samping (populer disebut "waru doyong").

Berdasarkan kepercayaan dan tradisi masyarakat Jawa, kuntilanak tidak akan mengganggu wanita hamil bila wanita tersebut selalu membawa paku, pisau, dan gunting bila bepergian ke mana saja. Hal ini menyebabkan seringnya ditemui kebiasaan meletakkan gunting, jarum dan pisau di dekat tempat tidur bayi.

Menurut kepercayaan masyarakat Melayu, benda tajam seperti paku bisa menangkal serangan kuntilanak. Ketika kuntilanak menyerang, paku ditancapkan di lubang yang ada di belakang leher kuntilanak. Sementara dalam kepercayaan masyarakat Indonesia lainnya, lokasi untuk menancapkan paku bisa bergeser ke bagian atas ubun-ubun kuntilanak.

Kepercayaan akan adanya kuntilanak di dunia nyata ini, membawa sosok tersebut dijadikan sebagai bahan tontonan pemacu adrenalin. Film yang memakai sosok Kuntilanak diantaranya adalah Kuntilanak pada tahun 2006 karya Rizal Mantovani, Kuntilanak pada tahun 1974 yang dibintangi dan disutradarai oleh Ratno Timoer. Selain Indonesia, Malaysia pun tidak ketinggalan menggunakan sosok tersebut dalam layar lebarnya diantaranya Pontianak Gua Musang, Anak Pontianak, Pontianak Kembali, dll

Kuntilanak

Kuntilanak is a 2006 Indonesian horror film directed by Rizal Mantovani. The English title is "The Chanting", although this is not a direct translation as Kuntilanak or Pontianak is a type of ghost in Indonesian (and wider Malay) folklore.

The film was a huge box office success in Indonesia, becoming one of the biggest grossing local films of that year.[citation needed]

The film received a DVD release in 2007.